Oleh: Hasto | 10 Januari 2008

Asy-Syaikh Abdullah bin ‘Abdurrahman Al-Butain (1194 – 1282)

Asy-Syaikh Abdullah bin ‘Abdurrahman Al-Butain

(1194 – 1282)

Beliau adalah seorang imam, ulama, dan Qadhi. Nama lengkapnya Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Abdullah bin Sulthan bin Khamis. Sebagaimana para leluhurnya, nama beliau juga mendapat tambahan Al-Butain.

Dilahirkan di kota Raudhah, masuk wilayah Sudir, Saudi Arabia, pada bulan Dzulqa’dah 1194 H (1773). Beliau dibesarkan di kota tersebut dan belajar kepada ulama setempat, Asy-Syaikh Muhammad bin Tarrad Ad-Dausari.

Asy-Syaikh Abdullah kemudian melakukan perjalanan menuju Shaqra, wilayah Qashim, untuk belajar ilmu tafsir, hadits, fikih dan ushuluddin kepada Qadhi daerah itu, Asy-Syaikh Abdul Aziz Al-Husain. Beliau juga belajar kepada Yang Mulia Asy-Syaikh Hamid bin Nashir bin Utsman bin Mu’ammar At-Tamimi, penulis kitab Al-Fawakih Al-‘Athab.

Asy-Syaikh Abdullah memiliki semangat tinggi dalam belajar. Beliau akhirnya menjadi seorang imam pada waktu itu. sebagaimana dikutip oleh penulis kitab As-Suhub Al-Wabillah tentang Asy-Syaikh Abdullah, “Beliau adalah seorang ulama di wilayah tersebut dan seorang ulama di abad ketiga belas tanpa diragukan lagi”.

Asy-Syaikh Abdullah kemudian diangkat menjadi Qadhi untuk kota Thaif, kemudian pindah ke Qashim untuk beberapa tahun. Banyak orang telah belajar dan mendapat banyak manfaat dari beliau. Asy-Syaikh Abdullah seorang pengajar yang sabar, tidak mudah bosan dan capai.

Asy-Syaikh Abdullah banyak menghasilkan karya tulis (kitab) yang bermanfaat, beliau telah meringkas kitab karya Ibnul Qayyim, Bada’i Al-Fawa’id, membuat catatan yang begitu berharga terhadap syarah kitab Al-Muntaha dalam begitu banyak jilid, membuat catatan terhadap syarah kitab Ad-Durrah Al-Mudiyyah dan syarah kitab Aqidah As-Safarani. Beliau juga menulis kitab Kasyfu talbis Dawud bin Sulaiman bin Jarjis dan Intishar li Hizbullah Al-Muwahhiddin. Fatwa- fatwa beliau sebagai seorang mufti negeri Najd terkumpul dalam kitab yang berjudul Ar-Rasaail wa Masaail An-Najdiyah.

Asy-Syaikh Abdullah meninggap pada tanggal 7 Jumadil Ula 1282 H (1861).

Tertulis dalam kitab As-Suhub Al-wabillah:”….. dengan kematian beliau maka hilang pula metode (keilmuan) yang dimiliki Asy-Syaikh Abdullah, dimana beliau begitu menguasai bidang tersebut. Beliau memiliki daya telaah yang begitu mengagumkan.”

Semoga Allah merahmati beliau.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: