Oleh: Hasto | 3 Januari 2008

SUARA HATIKU

Assalamu’alaykum warohmatullooh wabarokaatuh

Alhamdulillah, wa sholatu wa salamu ‘ala nabiyina muhammadin wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa man taba’ahum bi ihsan ila yaumiddin. Ama ba’du
Ayahanda dan ibunda yg kukasihi, dg disaksikan oleh Alloh, ananda ingin mengatakan dg benar dan jujur bhw ananda menyayangi kalian berdua, yg mana cinta dan sayang nanda sangatlah berarti utk keselamatan hidupmu di dunia dan di akhirat. Betapa tidak, jika nanda berhasil menjadi anak yg sholihah kemudian ayah bunda pilihkan suami untukku laki-laki yg sholih utk ayah bunda titipkan diriku pdnya. Maka nanda akan mjd penghalang api neraka utk kalian berdua, kelak. Itu janji Alloh. Ibunda dan ayahanda, jikalau nanda masih ingat ketika dulu ibunda ceritakan pdku ttg panasnya api neraka yg dirasakan oleh manusia2 yg durhaka dan indahnya surga yg dimasuki insan2 yg sholih, ananda amat bersyukur dipilihkan pendidik yg baik yg akhirnya dpt mengantarkan nanda pd pencarian makna hidup. Sebuah kematian yg bahagia menuju yg berujung kematian yg selamat.
Bunda, ayahanda… kau lihat kini aku berubah menjadi wanita yg seolah2 bukan harapanmu. Kau cemaskan diriku, kau takut aku tersesat jalannya. Kalian khawatir aku terhempas dari kebenaran. Kau juga merasa iba, melihat diriku seakan2 sulit hidup sebagaimana umumnya manusia karena aku membatasi langkah dan gerakku dg peraturan agama. Kalian juga merasa khawatir akan nasibku kelak di hari depan sepeninggal kalian. Bunda dan ayahandaku sayang… tenangkanlah hatimu dengan menitipkanku pd Pemilikku yg juga Pemilik kalian. Jgn kalian takut dg bayangan yg keliru, karena sesungguhnya aku pun takut dari kesesatan jalan Alloh. Gantilah kekhawatiranmu dg doa2 panjangmu pd setiap sujud pd Dzat Yang Memberi Petunjuk. Serahkanlah nasibku pd Dzat Yg Memberi Petunjuk. Yang Memegang jiwaku. Sesungguhnya rasa ibamu dan kasihanku lebih baik kita berikan pada orang2 yg lebih suka berbicara dunia. Mereka inilah yg lebih pantas untuk dikasihani.
Ibunda… smoga engkau dirahmati Alloh. Andai engkau mengerti, semenjak aku mengenal nilai agama yg benar, aku semakin tahu betapa tinggi islam mengangkatmu, bahkan jauh di atas ayah. Ibunda, semua ini wajar utk kau terima karena jasa, pengorbanan, kasih sayang, perhatian, waktu bahkan hidupmu semuanya engkau serahkan agar buah hatimu dan buah hati ayahanda tumbuh menjadi hamba Alloh yg berkhidmat pd-Nya. Semenjak aku terpengkur, betapa aku belum menunaikan hakmu sbg ibuku. Adapun ayahanda membanting tulang hanya utk mencari sesuap nasi… utk membiayaiku dan adik dlm pendidikan, dg harapan agar aku menjadi anak yg sholihah . subhanalloh, betapa aku belum bisa membalasnya. Hanyalah doa terkirim… Dalam diam air mataku berlinang. Aku takut kalian berdua pergi menghadapnya sebelum sempat aku menjalankan kewajibanku.Bunda…ayahanda yg kusayang, aku, buah hatimu, tlah tumbuh dewasa dlm didikan kasihmu. Saat ini aku berada dlm perjalanan panjang menuju khidmat pd iLahi. Ketahuilah bunda, jalan yg kutempuh saat ini adalah jalan kebahagiaan. Dg jujur nanda sampaikan pdmu, nanda belum pernah merasakan hidup sebahagia saat ini. Selama ini nanda hanya bergelut dg kebahagiaan semu, dlm pencarian diri yg tak berujung, dlm kebimbangan, dlm kecemasan, dlm ketidak pastian dan penuh tanda tanya utk apa sebenarnya aku hidup ini ?
Akhirnya ayah, bunda… semua itu mengantarkan nanda utk mengenal lbh jauh ttg agama ini. Mulai kutemukan jawaban dr pertanyaan yg memenuhi benakku. Yaitu sebagaimana Alloh berfirman:

“Dan tdklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali utk beribadah kpdku” adz-dzariyat:56
Duhai ayah, bunda… rasanya tdk ada kata yg paling tepat utk mewakili perasaanku. Kiranya, tdk cukup dg kata2 utk melukiskan perasaanku saat ini…
Ayahanda…bunda, smoga kalian dirahmati oleh Alloh. Ananda kini hidup di jalan ilahi. Aku ingin terus berjalan di jalan ini sampai aku kembali keharibaan-Nya. Amin..wahai dzat yg maha mengabulkan doa. Di sini, di jalan yg haq ini… nanda belajar banyak hal. Bagaimana mengagungkan Alloh Sang Pencipta dg pengagungan yg semestinya. Bagaimana memenuhi hak2 Alloh, rosul-Nya dan kemudian hak kalian dan hak kaum muslimin. Ananda juga belajar ttg kematian. Kematian? Duhai, alangkah dahsyatnya kematian itu. Nanda takut. Bukan nanda takut pd kematian, akan tetapi tercetus kekhawatiran akan sedikitnya bahkan ketiadaan bekal yg dpt nanda bawa utk menghadap Robb yg nanda rindukan. Nanda takut bila saatnya nanti, nanda terhalang utk melihat wajah Alloh yang maha mulia. Oh alangkah malangnya dan besarnya kesedihanku! Ya Alloh, panjangkanlah umurku utk taat pdMu, utk mengumpulkan sebanyak2nya bekal guna menghadapmu. Kasihanilah hambaMu yg lemah dan hina ini. Amin yaa mujiibas saailiin. Ayahanda dan bunda yg kukasihi… smoga kalian diberikan perlindungan, bimbingan dan petunjuk… nanda teringat nasihat ttg kematian dr hadits nabi yg sangat panjang, berkisah ttg maut dan alam kubur. Dg segenap pintaku yg mendalam, kunukilkan utkmu wahai ayah dan bunda utk mjd renungan kita bersama. Ayahanda dan bundaku… hadits ini tercantum dlm kitab musnad Ahmad. Al Baro` bin Azib menceritakan, “kami keluar bersama Rosulullah mengantarkan jenazah salah seorg sahabat kami dr golongan Anshor. Ketika kami sampai di kuburan, lalu dikebumikan jenasah tsb. Selepas itu rosulullah duduk di dekat kuburan itu, dan kamipun duduk dg tenang di sekitar beliau. Rosulullah memegang sepotong ranting yg beliau cocok2kan ke tanah. Lalu beliau mengangkat kepalanya lalu berkata, “Mitalah kalian perlindungan kpd Alloh dr siksa kubur”. Beliau ucapkan itu dua atau tiga kali. Setelah itu beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya hamba yg beriman, jika ia hendak meninggalkan dunia dan menghadap akhirat [sakratul maut], turun kpdnya malaikat dr langit dg wajah mrk yg putih bercahaya, seakan wajah mrk itu matahari, mrk membawa kafan dr kafan2 penghuni syurga dan wewangian2 syurga. Kmd para malaikat duduk di dekat hamba mukmin yg akan meninggal itu, dlm jumlah banyak sepanjang mata memandang. Kmd datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepala di hamba mukmin. Malaikat maut berkata, “Wahai jiwa yg tenang, keluarlah menuju ampunan Alloh dan keridloan-Nya” Lalu keluarlah ruh hamba yg mukmin itu, ruhnya keluar dg mudahnya sebagaimana mengalirnya tetesan air dr tempat air [yg terbuat dr kulit], lalu malaikat maut mengambilnya. Maha suci Alloh… Bunda, ayahanda, begitu ruh si mukmin itu diambil oleh malaikat maut, para malaikat pembawa kafan tdk membiarkan sejenak pun, langsung mrk mengambilnya serta membungkusnya dg kafan yg mrk bawa dr syurga, shg tercium drnya bau yg sangat harum. Bau yg paling harum yg pernah ada di bumi. Selanjutnya, wahai ayahanda dan bunda… para malaikat itu kmd baik ke langit membawa ruh tsb. sEtiap melewati malaikat penjaga langit, mrk bertanya2, “Ruh siapakah yg sangat wangi ini?” Malaikat yg membawanya menjwb, “Ruh fulan putra fulan” dg menyebutkan nama yg paling baik yg pernah dipanggil dia dg namanya itu sewaktu di dunia. Kmd mrk minta dibukakan pintunya. Pintu langitpun terbuka. Dr setiap langit, malaikat2 yg mempunyai kedudukan dekat dg Alloh ikut mengantarkan ruh hamba yg mukmin itu menuju ke langit berikutnya, hingga mrk sampai ke langit yg ke-7. Kmd Alloh berfirman, “Tulislah kitab hambaku ini dlm illiyyin [nama kitab yg mencatat sgala amal perbuatan hamba2 Alloh yg taat dan berbakti pdnya], dan kembalikanlah ia ke bumi [tanah]. Krn sesungguhnya Aku ciptakan dia dr tanah dan drpdnya Aku akan keluarkan pd kali yg lain [pd hari kebangkitan]”Rosulullah bersabda, “Maka dikembalikanlah ruh hamba mukmin itu dimasukkan ke dlm kuburnya utk bersatu kembali dg jasadnya. Lalu datanglah malaikat seraya mendudukannya, keduanya bertanya, “Siapa Tuhanmu?” Hamba yg mukmin itu menjwb, “Alloh azza wa jalla” kedua malaikat bertanya lagi, “Apakah agamamu?” Hamba yg mukmin itu menjwb, “Islam”, “Siapakah yg diutus kpdmu?” tanya 2 malaikat itu lagi. “Dia adl Muhammad Rosulullah” jwb si hamba. Kedua malaikat itu bertanya lagi, “Apakah ilmumu?” si hamba membaca kitab Alloh, al-Quran lalu aku beriman dan membenarkannya” Setelah terdengar dialog spt itu, terdengar seruan dr langit yg mengatakan , “Benar hambaKu, hamparkanlah utknya permadani dr syurga” Ayahanda dan bunda… Rosulullah bersabda, “Maka didatangkanlah ruhnya, wewangiannya dan dilapangkanlah kuburnya seluas mata memandang” lalu Rosulullah melanjutkan, ” Kmd didatangi oleh seorg yg rupawan wajahnya, mengenakan pakaian yg indah dan wangi baunya. Ia berkata, “Bergembiralah dg apa yg menggembirakanmu, ini adl hari kebahagiaanmu yg dulu Alloh janjikan” Hamba yg mukmin itu bertanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adl wajah org yg membawa kebaikan” yg ditanya menjwb, “Sesungguhnya aku adl amal sholihmu” Maka si hamba mukmin itu berdoa, “Ya Tuhanku, datangkanlah hari kiamat, datangkanlah hari kiamat agar aku cepat kembali pd keluargaku yg sebenarnya [yakni kaum muslimin penghuni syurga] serta hartaku”
Ibunda, ayahanda… kisah itu begitu indah bukan? Siapapun yg beriman akan ingin mendptkannya. Ananda tdk hanya menginginkannya, bahkan sangat merindukannya.
Ayahanda dan ibunda… yg smoga Alloh merahmati, izinkan ananda utk melanjutkan kisah ini. Rosulullah bersabda, “Adapun hamba kafir, jika ia hendak mati dan hendak menghadap akhirat, turun kpdnya para malaikat dr langit dg wajah hitam. Bersama malaikat itu, kain kafan yg kasar dan bau busuk. Mrk duduk di dekat hamba kafir sejauh mata memandang. Kmd datanglah malaikat maut, lalu duduk di dekat si hamba kafir seraya berkata, “Wahai jiwa yg jelek, keluarlah menuju kemurkaan Alloh dan kemarahan-Nya” Rosulullah bersabda, “Lalu ruhnya memisah dlm tubuhnya [berlarian dlm tubuh krn takut] dan malaikat mautpun mencabutnya dg kasar sebagaimana dicabutnya duri dr bulu domba yg basah, lalu diambil oleh malaikat maut. Para malaikat pembawa kafan tdk membiarkan ruh itu di tangan malaikat maut sekejap matapun. Mrk segera mengambilnya dan meletakkanya dlm kain kafan yg kasar dan busuk tadi. Dari bungkusan itu, keluarlah aroma yg sangat busuk dr bau yg paling busuk yg dpt dijumpai di bumi. Ruh hamba yg kafir itu dibawa para malaikat ke langit. Maka tdklah melewati sekelompok dr malaikat, melainkan para malaikat itu bertanya, “Ruh siapakah yg berbau sangat busuk ini?” mk malaikat yg membawanya menjwb, “Fulan putra fulan” disebutlah nama yg paling jelek sebagaimana ia dinamakan sewaktu hidupnya di dunia. Para malaikat yg membawanya meminta dibukakan pintu langit, tapi tdk dibukakan.
Stlh itu kemudian Rosulullah membaca surat Al A’rof : 40 ” tdk dibukakan bg mrk [org2 kafir] pintu2 langit dan tdk pula mrk akan masuk ke lubang jarum”
alloh kmd berfirman, “Tulislah kitabnya di sijjin [nama kitab yg mencatat sgala perbuatan org2 yg durhaka] diletakkan di lapisan bumi yg paling bawah. Lalu, ruh hamba yg kafir itu dilemparkan begitu saja. Kmd Rosulullah membacakan ayat 31 surat Al Hajj:

“Brgsiapa mempersekutukan sesuatu dg Alloh, maka adl ia seolah2 jatuh dr langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yg jauh”
keburukan ruh kafir itu tdk hanya sampai di situ, Bunda… stlh itu, dikembalikanlah ruhnya yg telah dikubur dlm bumi, dan dua malaikat datang pdnya seraya mendudukkannya. Keduanya bertanya, “Siapakah Tuhanmu?” hamba yg kafir itu berkata, “hah, hah, hah… aku tdk tau” lalu ia ditanya lagi, “Apa agamamu?” si hamba kafir itu tetap menjwb, “Hah, hah.. aku tdk tau” kedua malaikat itu kembali bertanya, “Siapakah dia yg diutus kpdmu?” si hamba kafir menjwb, “hah, hah.. aku tdk tau” Lalu terdengar seruan dr langit, “Sesungguhnya hambaKu tlah berdusta, maka bentangkanlah utknya bentangan api neraka dan bukakanlah baginya salah satu pintu menuju neraka. Tatkala dibuka pintu neraka berhembuslah angin menuju neraka. Tatkala dibuka pintu neraka, berhembuslah angin neraka yg sangat panas dan menyempitlah kuburannya hingga tulang rusuknya remuk.
Kmd datang kpdnya seorg yg berwajah buruk, berpakaian buruk dan menyebarkan bau yg busuk, seraya berkata, “Bergembiralah dg apa yg membinasakanmu, ini adl hari yg dulu dijanjikan pdmu.” Hamba yg kafir itu bertanya, “Siapakah engkau?” wajahmu adl wajah org yg membawa kejahatan” yang ditanya menjwb, “Aku adl amal jelekmu” Mendengar hal itu, hamba yg kafir itu berdoa, “Ya Tuhanku, jgn engkau bangkitkan aku di hari kiamat” Ayahanda dan bundaku sayang… smoga Alloh merahmati kalian. Nanda ingin mengalami nasib spt ruh hamba yg beriman itu, dan nanda pun berharap yg sama utk ayah dan bunda. Aduh, ayah bunda… kalau demikian, apalah artinya dunia ini? Betapa kecil nilainya bila dibandingkan akhirat. Namun alangkah banyak org yg tertipu. Alangkah banyak org yg mengejar kebahagiaan semu yg mungkin semenit atau 2 mnit lagi akan dia ditinggalkan menuju alam yg lain. Sementara akhirat mrk tinggalkan jauh di belakang. Betapa tragisnya. Dunia fana yg nilainya kata Rosulullah lbh rendah dr sebelah sayap nyamuk, dikejarnya mati2an sementara akhirat yg kekal abadi yg nilainya jauh dan jauh lbh tinggi drpd sekedar bumi, langit dan seisinya… dicampakkan begitu saja seolah tak berharga. Na’udzubillah [kita meminta perlindungan kpd Alloh]. Ayah, bunda… betapa bodohnya mrk. Ayahanda, bunda… alhamdulillah, ananda bahagia sekali diizinkan utk mondok. Jazakumullohu khoiron [smoga Alloh membalas kalian dg kebaikan]. Oh ya, baru2 ini ananda mempelajari kitab yg bagus masyaAlloh, yaitu kitab Al ushuluts tsalatsah [3 landasan utama]
Di dlmnya dijelaskan ttg 4 perkara yg wajib utk diketahui oleh muslim dan muslimat yaitu ilmu, amal, berdakwah dan bersabar atas gangguan yg menimpanya. Dalilnya apa ? yaitu dlm qur`an surat al ashr 1-3 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
dalil bahwasanya seseorg harus berilmu dg lafadz “amanu”. Iman itu artinya mempercayai. Dan iman itu akan ia miliki stlh ia mengetahui baru meyakini. Semisal, dikatakan ada makhluk yg berkaki 3 berkaki 2 maka org yg disampaikan belum tentu mengimani sampai berilmu/mengetahui atas hal itu. Yg kedua, seseorg beramal sholih [wa ‘amilush sholihati] dg ilmu yg ia dptkan. Jgn sampai kita spt yahudi yg disebutkan dlm al fatihah [almaghdlu bi’alaihim] org2 yg dimurkai Alloh. Mengapa? Krn ia berilmu tapi tdk mengamalkannya. Bagitu pula nasrani yg disebutkan [wa laadldlolliin] org2 yg sesat. Dan… Yg ketiga berdakwah ditunjukkan dg [wa tawashoubilhaq] saling menasihati dlm kebenaran, dan yg keempat adl utk bersabar atas sgala gangguan2 yg menimpa [wa tawashoubish shobr]
Ayahanda dan bunda, izinkan ananda utk melanjutkannya. Jadi dlm surat ini tercakup perkara2 yg dibutuhkan manusia dlm menjalani kehidupan. Subhanalloh. Betapa agungnya surat ini sampai2 imam syafi’I membuat pengandaian. Seandainya Alloh menurunkan hujah atas makhluqNya, melainkan hanya surat ini saja maka itu tlah mencukupi. Dan berkata Imam Bukhori [beliau adl seorg imam yg menulis kitab yg paling shohih stlh Al-Quran yaitu kitab shohih bukhori]: “Kita dihasung utk berilmu terlebih dulu [dg belajar] sebelum berkata dan beramal”. jgn sampai kita spt yahudi dan nasrani yg telah dimurkai dan sesat. Sebagaimana firman Alloh ta’ala: “Brgsiapa yg menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dlm kaum tsb” dan dalil bahwasanya kita harus berilmu dulu baru berkata dan beramal adl: “Maka ketahuilah bahwasanya tdk ada Ilah yg berhak disembah kecuali Alloh dan mintalah ampun atas dosamu” duhai ayah dan bunda… smoga Alloh senantiasa melindungi. Ketahuilah bahwasanya tauhid [mengesakan Alloh] itu sangat penting shg dikatakan dlm qs an nisa ayat 40: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” Ayahanda dan bunda yg nanda sayangi krn Alloh… mungkin terbetik dlm benak kalian bahwasanya setiap kali ananda mengirim risalah menyinggung tentang tauhid. Demikianlah wahai ayah & bundaku… betapa pentingnya dia… dan dia merupakan suatu perkara yg pokok yg dlm kehidupan kita di dunia dan akhirat. Betapa tidak, apabila kita tlah meninggal maka bukanlah yg dipertanyakan dr perkara2 dunia akan tetapi tauhid kitalah yg pertama kali tuk dipertanyakan. Dan dg bertauhid itulah kita memperoleh kehidupan yg hakiki, insyaAlloh.Sebagaimana firman Alloh ta’ala dlm qs al maidah ayat 72:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” Shg hendaknya kita menghindari hal2 yg menjerumuskan pd kesyirikan spt pergi ke dukun2, memakai jimat2, bergantung pd benda yg tdk dpt memberi manfaat dan menolak madhorot dll shg ia mendpt ancaman dlm ayat tadi. Berbeda halnya apabila ia melakukan dosa besar dan meninggal dlm keadaan belum bertaubat, maka yg demikian ini di bawah kehendak Alloh. Kalau Alloh menghendaki ia diampuni, maka akan diampuni. Adapun apabila tidak, maka ia diadzab. Na’udzubillah min dzalik.
Ayahada dan bunda… apakah kalian masih tetap mjd pembaca setia surat ananda?
Maafkan… jika risalah ananda kali ini spt cerita bersambung…sampai berlembar2. Tapi tiada lain hal ini kulakukan krn rasa cinta, sayang dan rinduku pd kalian. Oh ya, ananda punya selingan menarik utk ayah dan bunda nan jauh di negeri seberang. Tapi sebelum selingan ini nanda mulai, alangkah bahagianya jika semburat senyum terlukis di wajah ayahanda dan bunda tatkala membaca surat ini. sMoga. Dalam pepatah dikatakan: “Tiada Kata Seindah Doa”…. Sederet doa ini kupersembahkan utk kalian berdua. Smoga bermanfaat. “Ya Alloh, sesunggguhnya aku meminta perlindungan pdMu dr berbuat syirik pdMu yg aku ketahui” “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Qs al furqon:74 ayahanda dan bunda.. smoga Alloh senantiasa membimbing kalian. Nanda di sini sangat bahagia krn masih diberikan kesempatan utk menuntut ilmu. Nanda tdk ingin mjd org yg tertipu. Nanda tdk ingin mjd org yg dungu. Wahai ayahanda dan bunda… tolonglah nanda dg doamu utk mencapai kemuliaan hidup yg hakiki. Jgnlah ayah dan bunda marah kpd nanda, sungguh nanda mencintai kalian. Nanda hanya beramal utk mencari ridloNya, krn memang nanda tlah menyerahkan jiwa raga ini utk Alloh. Nanda tlah menjual jiwa raga ini di jalan Alloh guna mendptkan bayaran berupa surgaNya kelak, insyaALloh. Amin
ayahanda dan bunda, rahmat Alloh smoga slalu besertamu. Jgn marah pdku. Demi Alloh, aku hanya ingin menaati Alloh. Seandainya tdk ada perintah dr Alloh dan RosulNya, tentunya nanda tdk akan melakukan ini semua. Nanda menutupi seluruh tubuh nanda dan menghijabi wajah nanda di depan ajnabi [laki2 yg bukan mahrom nanda], itupun semata2 nanda ingin taat kpd Alloh dan RosulNya. Nanda ingin islam secara kaffah wahai bunda, di dlm melakukan taat pd syariatNya.
Ayah dan bunda yg kukasihi… kebenaran itu bukan diukur dr kerumunan org atau dr banyaknya pendukung. Kebenaran hanyalah datang dr al quran yg mulia dan as sunnah yg terpelihara. Dan kebenaran yg lahir dr keduanya tdk akan pernah terkikis oleh kebathilan yg menghujam laksana gelombang pasang. Inilah yg nanda pegangi saat ini bunda…ayahanda.. al quran dan as sunnah. Selamanya nanda tdk akan tersesat bila berpegang teguh pd keduanya dan tdk melakukan penyimpangan walaupun sebesar sebutir dzarrah. Barangkali ayah dan bunda bertanya2, mengapa nanda begitu yakin. Iya, ayahanda dan bunda, nanda pernah mendengar dan membaca hadits Rosulullah: “Aku tingalkan pd kalian dua perkara, yg kalian tdk akan sesat selamanya bila berpegang pd keduanya, yakni al quran dan as sunnah” ayah..bunda… ketahuilah bahwasanya hati itu setiap saat butuh thd ilmu agama. Oleh krn itu, ada baiknya jika ada ta’lim salaf maka hendaknya ayah dan bunda turut menghadirinya. Atau buku2 terjemahan yg terpercaya penerbitnya, spt: pustaka Al haura, cahaya tauhid press dll. Penulisnya spt, syeikh abdullah bin abdul azin bin baz, syeikh sholih utsaimin, syeikh abu abdurrohman muqbil bin hadi al wadi’I, syeikh abdurrohman nasser as sa’di, syeikh muhammad bin abdul wahhab, syeikh sholih bin fauzan bin abdullah al fauzan dll. Tuk turut dlm pembacaan ayah…bunda… atau majalah asy syariah.
Ibundaku dan ayahandaku sayang… bantulah nanda dg doa2mu yg kau panjatkan di akhir2 sholat tahajudmu, di kala muadzin selesai mengumandangkan azannya, ataukah di waktu senja saat matahari mau kembali ke peraduannya pd jumat sore. Senandung doamu ingin kujadikan teman dlm aku melangkah.
Ayahanda.. bunda yg kucintai… senandung doaku pun slalu menyertaimu, tak pernah lupa kuselipkan doa utk kalian dlm setiap doa2 panjangku pd ilahi Robbi…
Ayahanda… bunda… surat yg kutulis dg perasaan penuh cinta yg mendalam pdmu ingin kuakhiri dahulu. Nanda sudah berusaha memilih bahasa cinta yg paling tinggi. Bahasa hati nurani yg murni. Namun, wahai bunda, nanda bukan pujanga. Nanda tiada pandai memilih kata2 yg paling baik utkmu. Mungkin kata2ku berkesan kasar dan bernada kurang ajar. Maafkan nanda wahai ayah, bunda. Bukan nanda bermaksud demikian. Bagaimana mungkin ini nanda lakukan, sedangkan nanda sangat menaruh hormat kpd kalian, memuliakan kedudukanmu sebagaimana yg diperintahkan oleh ilahi. Samudra maaf nanda haturkan pdmu, wahai ayahandaku sayang… wahai bundaku sayang… Maafkan anakmu ini atas sgala kesalahannya yg sekarang maupun yg tlah lewat. Akhir kata nanda… Ya Robbku… ampunilah aku dan ampunilah kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana ia telah mendidikku semenjak aku kecil Kabulkanlah wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa2 Kabulkanlah wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan Permintaan2 Subhanakallohumma wa bihamdika asyhaduanla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik. Wallohu ta’ala a’lamu bish showab. Wal ‘ilmu ‘indalloh.
Wassalamu’alaykum warohmatullooh wabarokaatuh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: