Oleh: Hasto | 1 Januari 2008

Ranting yang Jatuh

Engkau mengetuk pintu, saat aku sedang termangu, dua pertiga hatiku kau bawa lari, hingga kini belum kembali. kalimat diatas sedikit ku kutip dari artikel di internet dan saya mencoba untuk merenungkannya atas kesamaan peristiwa dimana kehilangan jiwa dan kesadaran dalam hidup karena seorang yang sangat saya sayangi,namun kini semua berlalu dan berakhir, ya berakhir dengan sisa – sisa kepedihan yang mendalam tapi itu adalah masa lalu karena hari ini, detik ini aku harus bangun dari keterpurukan dan aku berharap fase ini adalah akhir dari penderitaanku mengarungi sisa – sisa penderitaanku tentangnya di hati.Allah mengabulkan do’a ku ketika aku mendapat kabar dari dia tentang pernikahannya,aku berdo’a kepada Allah agar aku di kuatkan dan supaya lekas bisa untuk melupakannya, tak henti – hentinya aku berdzikir dalam perjalanan pulang dari brebes ke tegal supaya aku di kuatkan,sungguh tak kupungkiri betapa tergoncangnya hati ini ketika tahu hal itu.Ya Allah,jangan pertemukan aku dengannya lagi agar hati ini tak sakit lagi….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: