Oleh: Hasto | 1 Januari 2008

Mencoba menuangkan

Begitu banyak kejadian yang terjadi di belahan dunia ini, dan akan semakin nyata apabila kejadian ini menimpa orang – orang disekitar kita,menimpa orang yang kita sayangi, baik keluarga atau sahabat.kita tidak akan pernah sanggup untuk meramal atau membayangkan apa yang akan terjadi pada waktu sekarang, besok, lusa atau nanti ,dan yang bisa kita lakukan sekarang ini adalah, menjalani hari ini dan memperlakukannya seperti hari – hari yang pernah kita jalani walaupun ada beberapa dari kita menginginkan suatu perubahan dalam hari yang di lewati dan kita menganggap itu adalah suatu kewajaran.kita kembali pada kejadian apa yang kita alami atau seseorang yang dekat dengan kita yang mengalaminya heemm… jika kejadian yang menimpa kerabat atau sahabat atau orang – orang di sekitar kita adalah sesuatu yang kita anggap wajar tentulah itu tidak membutuhkan suatu “tindakan”/”pertolongan” yang extra, tapi, terbayangkah jika yang kita alami atau teman yang mengalami suatu kejadian dimana kejadian tersebut sangat menghantam jiwanya,menghantam psikisnya sehingga teman kita keluar dari pemikiran yang selazimnya dan keluar dari pada kotak pemikiran yang sebetulnya adalah batas dari kesanggupannya dan ini terjadi padanya setiap saat setiap waktu dimana saja dia merasa bahwa apa yang dia jalani adalah suatu kehampaan,kekosongan,dan penderitaan yang tiada akhir…lalu,apa yang semestinya tindakan yang kita lakukan untuk menyelamatkan jiwanya? Ada tips untuk kita kembali kepada awal yaitu kembalinya kita kepada sang pencipta (bukan meninggal yang saya maksud disini)mencurahkan apa yang kita alami kepada sang Pencipta dan tindakan kita yang harus sesuai dengan apa yang diperintahkan dan dilarangnya,langkah selanjutnya adalah membaca ayat – ayat Al-Qur’an serta sholat malam, yang ketiga adalah,perbanyaklah bergaul dengan orang yang lebih dalam hal dien,insya Allah mereka menunjukan kita kepada ilmu yang haq dan bukanlah memberikan sekumpulan cerita yang mengagungkan cinta dua insan manusia yang menurut saya adalah pembodohan pola pikir dan pandang.sekian dulu tulisan dari saya. eehh terlupa satu hal yaitu jangan lupa berdzikir.. ( laah… koq selesai…. hehhe penulisnya lagi gak mood :P~~ )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: